• SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN
  • PIMPINAN & STAF BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN
  • Cegah Virus Corona, Jaga Kesehatan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

Dinyatakan Sehat, 550 Ekor Sapi Asal Kupang Siap Penuhi Kebutuhan Kalimantan Selatan

Dinyatakan Sehat, 550 Ekor Sapi Asal Kupang Siap Penuhi Kebutuhan Kalimantan Selatan

Banjarmasin (04/05) - Kamis pagi setelah menempuh pelayaran selama 5 hari 5 malam, kapal Tol Laut Camara Nusantara 6 yang berasal dari Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur akhirnya sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kapal yang khusus didesain untuk ternak tersebut mengangkut 550 ekor sapi potong untuk memenuhi kebutuhan daging di Provinsi Kalimantan Selatan.

"Hari ini kami melaksanakan Tindakan Karantina Hewan (TKH) terhadap 550 ekor sapi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ini adalah pelayaran perdana kapal tol laut yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pasca Idulfitri tahun 2023," ujar Isrokal selaku Subkoordinator Karantina Hewan Karantina Pertanian Banjarmasin yang memimpin jalannya TKH.
"TKH yang dilaksanakan di antaranya tindakan perlakuan disinfeksi terhadap hewan ternak, alat angkut truk dan kapalnya. Kemudian pemeriksaan dokumen karantina asal, pemeriksaan fisik, serta pemindaian kode QR pada penanda telinga sapi," lanjutnya.

Hasilnya, semua sapi dinyatakan sehat, tidak ada gejala klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) lainnya sehingga aman dan layak untuk dibebaskan menuju kandang-kandang pemilik.
Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto di lain kesempatan menyampaikan bahwa sampai saat ini Provinsi Nusa Tenggara Timur masih dinyatakan sebagai zona hijau bebas dari PMK berdasarkan Surat Edaran Satuan Tugas PMK Pusat Nomor 8 tahun 2022.
"Karantina Pertanian Banjarmasin berkomitmen untuk memastikan setiap hewan ternak yang masuk melalui tempat pemasukan yang ditetapkan pemerintah seperti Pelabuhan Trisakti ini, sudah dinyatakan sehat, tidak ada gejala klinis PMK, dan HPHK lainnya," jelas Nur.

Informasi Terkait