• SELAMAT DATANG DI WEBSITE BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN
  • PIMPINAN & STAF BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I BANJARMASIN MENOLAK SUAP, PUNGLI & GRATIFIKASI DALAM BENTUK APAPUN
  • Cegah Virus Corona, Jaga Kesehatan dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

Lalu Lintas Komoditas Hewan Atau Tumbuhan Ilegal, Ini Sanksinya

Lalu Lintas Komoditas Hewan Atau Tumbuhan Ilegal, Ini Sanksinya
Banjarmasin - Karantina Pertanian Banjarmasin menghadiri konferensi pers yang diadakan di kantor wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) terkait penangkapan penyelundupan bagian satwa liar yang dilindungi berupa sisik trenggiling sebanyak 360 kilogram. Kegiatan ini juga dihadiri langsung Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Rasio Ridho Sani.
Sebelumnya pelaku penyelundupan tertangkap membawa ratusan kilogram sisik trenggiling yang dikemas ke dalam 8 boks karton dimuat di mobil bak terbuka, saat Bea Cukai melakukan patroli darat. Hal ini merupakan pelanggaran hukum karena termasuk memperdagangkan tumbuhan satwa yang dilindungi.
Berdasarkan ketentuan internasional CITES (Convention on International Trade Endangered Species), hewan trenggiling (Manis javanica) termasuk dalam daftar spesies Apendiks I yang dilarang untuk diperdagangkan.
"Dari sisi karantina, sisik trenggiling ini merupakan produk hewan dilindungi yang dilarang untuk dilalulintaskan. Berdasarkan keterangan dari KLHK, kerugian ekonomi akibat kejahatan ini mencapai 72,86 milyar, setara dengan 1.440 ekor trenggiling yang mati," ungkap Isrokal selaku Subkoordinator Karantina Hewan.
"Karantina Pertanian akan terus bersinergi dengan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas pertanian (hewan dan tumbuhan) di Indonesia, memastikannya bukan termasuk tumbuhan/satwa yang dilindungi serta memiliki dokumen persyaratan karantina yang lengkap," tambahnya.
Di tempat terpisah, Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap undang-undang yang berlaku. Melalulintaskan komoditas pertanian baik yang dilindungi maupun tidak secara ilegal bisa berujung pada tindak pidana.
"Sesuai amanat UU No. 21 Tahun 2019, tugas karantina tidak hanya ditekankan pada pencegahan penyebaran hama penyakit hewan karantina/organisme pengganggu tumbuhan karantina saja, namun juga melakukan pengawasan dan/atau pengendalian terhadap agensia hayati, termasuk di antaranya tumbuhan dan satwa liar," jelasnya.

Informasi Terkait